A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu
bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan maa depan seseorang. Untuk
itu perlu dijelakan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup
artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman,
arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu
merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut
waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau
dalam waktu yang yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang
lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji
kenyataanya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga
diakui kebenaranya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu
sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut padangan
hidup.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi
pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdaarkan asalnya, yaitu terdiri
dari 3 macam :
(a) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenaranya
(b) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang diseuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
(c) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenerannya.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur yaitu :
cita-cita, kebajikan, usaha,keyakinan/kepercayaan. Cita-cita ialah apa
yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau
perjuangan.Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal
yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai,tentram. Usaha
atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.
Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmana,
dan kepercayaan kepada Tuhan.
B. CITA-CITA
Dalam kamus Bear Bahasa Indonesia yang disebutkan cita-cita adalah
keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran baik keinginan,
harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seorang pada
masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan masa depan,
merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umunya cita-cita
merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan
perkataan lain: cita-cita merupakan keinginan harapan, dan tujuan
manusia yang makin tinggi tingkatanya.
Dalam cita-cita itu sendiri memiliki faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya cita-cita yang diinginkan, yaitu;
a) Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh
kualitas manusianya. Ada orang yang berkemauan, sehinggan apa yang
dicita-citakan tercapai tapi akan sebaliknya bila seorang tidak ada
kemuan cita-citanya hanya jadi sebuah imajinasi yang kosong. Akan tetapi
cita-cita diperbolehkan setingginya tapi disertai dengan kemauan dengan
niat yang tinggi dan hal itu akan terjadi dengan adanya cita-cita
menciptakan motivasi hidup akan memperjuangakan apa yang diinginkan
b) Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada
umunya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang
menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapai suatu
cita-cita, sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang
merintangi tercapai suatu cita-cita.
c) Faktor tingginya cita-cita yang merupakan faktor mencapai
cita-cita dengan menggapai cita-cita kita harus sadarkan diri kita
sampai sejauh mana yang bakal kita capai dengan ita-cita yang ada mekipu
ada pepatah gantungkan mimpimu setnggi langit akan tetapi dilain hal
ketika kita tak bisa bakal jadi efek yang negatif yang membuat kita
menjadi putus asa.
C. KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan
pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai
dengan norma – norma agama dan etika.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi,
yaitu manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat
dan manusia sebagai mahluk Tuhan.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan senditi apa yang
baik dan apa yang buruk. Suara hati selalu memilih yang baik, sebab itu
ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya.
Sebagai anggota masyarakat, maka seseorang juga terikat dengan suara
masyarakat. Setiap masyarakat adalah kumpulan pribadi – pribadi,
sebagaimana suara hati tiap pribadi selalu menginginkan yang baik.
Sebagai mahluk Tuhan, manusia pun harus mendengarkan perintah Tuhan.
Perintah tuhan selalu memerintahkan agar manusia berbuat baik dan
menghindari perbuatan yang tidak baik.
D. Usaha dan Perjuangan
Usaha / perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita.
Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian
hidup manusia adalah usaha / perjuangan. Perjuangan untuk hidup dan ini
sudah kodrat manusia. Tanpa usaha / perjuangan, manusia tidak dapat
hidup sempurna. Apabila manusia bercita – cita menjadi kaya, ia harus
bekerja keras. Apabila seseorang bercita – cita menjadi ilmuwan, ia
harus rajin belajar dan tekun serta memenuhi semua ketentuan akademik.
Jumat, 14 Juli 2017
Rabu, 05 Juli 2017
Teori obyektif dan subyektif dalam buku Garis Besar Estetika
1. Perbedaan Teori Obyektif dan Subektif
a. Teori Obyektif adalah teori yang menyatakan bahwa keindahan sebuah benda terletak pada benda tersebut.
b. Teori Subyektif adalah teori yang menyatakan bahwa keindahan sebuah benda terletak pada mata yang memandang, artinya nilai keindahan dari benda tersebut tergantung dari penikmatnya apakah benda tersebut bernilai tinggi atau sebaliknya.
2. Perbedaan Puisi dan Prosa
a. Prosa adalah karya sastra yang berbentuk cerita dan tidak mengandung rima (bunyi yang berselang/berulang di akhir baris. Prosa cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang tidak terlalu banyak menggunaka majas seperti puisi. Selain itu, jenis tulisan prosa juga digunakan untuk memaparkan suatu fakta atau ide.
b. Puisi adalah jenis sastra yang bahasanya menggunakan majas-majas. Makna dalam tiap baris kalimatnya bukanlah makna sebenarnya, melainkan perlu penafsiran terlebih dahulu. Kata-kata dalam puisi dipiliha dan ditata dengan cermat untuk membangun keindahan, sehingga mampu membangkitkan kesadaran orang akan suatu pengalan melalui bunyi, irama, dan makna khususnya.
3. Ekspresi dan Intuisi
a. Ekspresi adalah suatu sifat ungkapan dari berbagai kombinasi bahasa tubuh. Bisa saja dalam keadaan tidur, makan, senang, susah, gembira, bangga, selebrasi, iri, tidak suka, jahat,cinta, baik, nakal, dsb.
b. Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku.
a. Teori Obyektif adalah teori yang menyatakan bahwa keindahan sebuah benda terletak pada benda tersebut.
b. Teori Subyektif adalah teori yang menyatakan bahwa keindahan sebuah benda terletak pada mata yang memandang, artinya nilai keindahan dari benda tersebut tergantung dari penikmatnya apakah benda tersebut bernilai tinggi atau sebaliknya.
2. Perbedaan Puisi dan Prosa
a. Prosa adalah karya sastra yang berbentuk cerita dan tidak mengandung rima (bunyi yang berselang/berulang di akhir baris. Prosa cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang tidak terlalu banyak menggunaka majas seperti puisi. Selain itu, jenis tulisan prosa juga digunakan untuk memaparkan suatu fakta atau ide.
b. Puisi adalah jenis sastra yang bahasanya menggunakan majas-majas. Makna dalam tiap baris kalimatnya bukanlah makna sebenarnya, melainkan perlu penafsiran terlebih dahulu. Kata-kata dalam puisi dipiliha dan ditata dengan cermat untuk membangun keindahan, sehingga mampu membangkitkan kesadaran orang akan suatu pengalan melalui bunyi, irama, dan makna khususnya.
3. Ekspresi dan Intuisi
a. Ekspresi adalah suatu sifat ungkapan dari berbagai kombinasi bahasa tubuh. Bisa saja dalam keadaan tidur, makan, senang, susah, gembira, bangga, selebrasi, iri, tidak suka, jahat,cinta, baik, nakal, dsb.
b. Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku.
PUISI "Kampusku Tercinta"
KAMPUSKU TERCINTA
Ketika ku merasa gundah
Masa depan apa yang ada di depanku
Melihat setiap orang melangkah maju
Mengejar hidup berpacu dengan waktu
Aku tahu ku butuh sesuatu yang dapat menenangkanku
Memenangkanku dari ketatnya persaingan hidup
Dari banyaknya universitas yang mampu memberikanku itu
Hanya Gunadarma yang mampu mengerti aku
Memberi bekal sebagai modal
Tak hanya keahlian dan pengetahuan
Tapi pertemanan dan persaudaraan
Teruslah seperti itu
Oh Gunadarma kampus tercintaku.
Senin, 05 Juni 2017
5 Masalah Pokok Kehidupan Manusia menurut C. Kluckhonh
1. Hakekat Hidup Manusia
Masyarakat
dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan dalam memahami arti dari
hidup.Sebagai contoh dalam Buddha, hidup itu buruk dan manusia harus
mencapai Nirvana. Hal ini mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam
menjalani kehidupannya. Namun, banyak kebudayaan yang menganggap hidup
itu baik. Jadi, variasi budaya mempengaruhi pemikiran-pemikiran manusia.
contoh : seorang sufi yang kebanyakan mendedikansikan hidupnya hanya untuk beribadah dan tidak memperdulikan kehidupan dunianya.
2. Hakekat Karya Manusia
Ada beberapa yang menganggap kerja adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk bertahan dalam kehidupan (survival). Namun, ada yang bekerja untuk mendapatkan pangkat, jabatan, bahkan ada yang berpikir bekerja untuk meninggikan prestasi. Bukan harta yang dicari, namun status sosial yang dimiliki setiap individu.Contoh : Seorang yang ambisius dan bekerja untuk mengejar pangkat dan jabatan dalam pekerjaan.
3. Hakekat Waktu Manusia
Masalah ini memilik fokus dalam waktu. Ada budaya yang harus menganggap penting masa lampau, ada yang memperhatikan masa kini adalah yang terpenting sebagai tujuan perjuangannya, dan ada budaya yang melihat jauh ke depan. Hal ini mempengaruhi masyarakat dalam menentukan perencanaan hidupnya dikarenakan perbedaan pendapat dalam pemahaman dimensi waktu.Contoh : IR. Sukarno pernah berpesan agar orang Indonesia jangan sekali-sekali melupakan sejarah, karena dengan mengingat sejarah maka kita akan tahu darimana asal bangsa ini dan apa yang harus dicapai dimasa mendatang.
4. Hakekat Alam Manusia
Masalah ini menyangkut kepercayaan bahwa alam itu dahsyat dan mengenai kehidupan manusia. Sebaliknya ada yang menganggap alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk dikuasai manusia. Akan tetapi, ada juga kebudayaan ingin mencari harmoni dan keselarasan dengan alam. Cara pandang ini akan berpengaruh terhadap pola aktivitas masyarakatnya.Contoh : Masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia mempunyai upacara-upacara yang ditujukan sebagai wujud sukur atas apa yang telah mereka dapat dari alam seperti saat panen berlimpah.
5. Hakekat Hubungan Manusia
Masalah yang ke lima menyangkut tentang interaksi antar manusia. Banyak kebudayaan hubungan ini tampak dalam bentuk orientasi berfikir, cara bermusyawarah, mengambil keputusan dan bertindak. Ada budaya yang menganggap kedudukan secara horizontal, dimana cenderung memikirkan hak asasi manusia. Sedangkan ada budaya yang menganggap kedudukan secara vertikal, dimana terciptanya pengembangan orientasi keatas (senioritas).Contoh : Beberapa Instansi baik pendidikan maupun pekerjaan masih ada yang menerapkan sistem senioritas dimana orang yang baru bergabung harus tunduk dan melakukan sesuai perintah orang yang telah lebih dulu bergabung, walaupun pada prakteknya sudah jarang ditemui
Konsep Kebudayaan
Konsep Budaya
Ketika para sosiolog berbicara tentang kebudayaan, maka yang diacu oleh konsep itu adalah norma, nilai, kepercayaan atau simbol-simbol ekspresif. Norma adalah cara manusia berperilaku dalam masyarakat, nilai adalah apa yang mereka pegang dengan kuat, kepercayaan adalah bagaimana mereka berpikir tentang bagaimana semesta berjalan, ekspresif simbol adalah representasi dari norma, nilai dan kepercayaan itu. Saat ini pengertian kebudayaan ini ditambahkan juga dengan praktek. Budaya, saat ini, digunakan untuk mendeskripsikan pola-pola perilaku, yang tidak selalu harus terkoneksi dengan nilai atau kepercayaan tertentu.
Budaya dan masyarakat tidak eksis di luar sana, hanya orang bekerja, membesarkan anak, mencintai, bertengkar dsb. Memahami budaya sebagai sesuatu (thing) dan masyarakat sebagai sesuatu yang lain, hanyalah pembedaan analitik antara dua aspek berbeda dari eksistensi manusiawi. Budaya menampilkan aspek ekspresif dari eksistensi manusia, sedangkan masyarakat (society) menampilkan aspek relasional.
Kebudayaan Bangsa Timur
Kebudayaan yang dianut oleh bangsa timur adalah kebudayaan yang lebih mementingkan aspek dalam bersosialisasi. Bangsa timur lebih menjunjung kesopanan dan nilai nilai dalam bersosialisasi kepada sesama manusia.
Contoh-contoh Kebudayaan Bangsa Timur yang masih dilestarikan
Ketika para sosiolog berbicara tentang kebudayaan, maka yang diacu oleh konsep itu adalah norma, nilai, kepercayaan atau simbol-simbol ekspresif. Norma adalah cara manusia berperilaku dalam masyarakat, nilai adalah apa yang mereka pegang dengan kuat, kepercayaan adalah bagaimana mereka berpikir tentang bagaimana semesta berjalan, ekspresif simbol adalah representasi dari norma, nilai dan kepercayaan itu. Saat ini pengertian kebudayaan ini ditambahkan juga dengan praktek. Budaya, saat ini, digunakan untuk mendeskripsikan pola-pola perilaku, yang tidak selalu harus terkoneksi dengan nilai atau kepercayaan tertentu.
Budaya dan masyarakat tidak eksis di luar sana, hanya orang bekerja, membesarkan anak, mencintai, bertengkar dsb. Memahami budaya sebagai sesuatu (thing) dan masyarakat sebagai sesuatu yang lain, hanyalah pembedaan analitik antara dua aspek berbeda dari eksistensi manusiawi. Budaya menampilkan aspek ekspresif dari eksistensi manusia, sedangkan masyarakat (society) menampilkan aspek relasional.
- Dalam pengertian sehari-hari (umum) mengacu pada produk seni atau sastra. Pada abad 19, banyak intelektual eropa membedakan antara budaya dan masyarakat atau dalam terminologi mereka antara budaya dan peradaban. Peradaban (tata sosial) mengacu pada kemajuan teknologi dan industri (sebagaimana termanifestasikan dalam revolusi industri). Mengkontraskan kebudayaan dengan peradaban dengan demikian merupakan protes terhadap pemikiran pencerahan, terhadap kepercayaan atas kemajuan, terhadap aspek-aspek buruk industrialisasi atau protes atas “cash nexus” dari kapitalisme dimana semua orang dan semua hal dinilai dari berdasar nilai ekonomi. Peradaban dengan demikian merusak kemanusiaan. Jalan pemecahan dari kerusakan itu adalah budaya. Mattew Arnold, menyatakan budaya sebagai sebuah studi atas kesempurnaan. Budaya membuat peradaban lebih manusiawi dengan mengembalikan “sweetness and light.”, keindahan dan kebijaksanaan; yang didapatkan dari (1) kesadaran dan sensitivitas terhadap hal-hal terbaik yang pernah dipikirkan dan diketahui orang dalam seni, sastra, sejarah dan filsafat; (2) pikiran yang tepat (right reason) — pikiran terbuka, kecerdasan untuk menoleransi. Arnold, memahami budaya dari sudut potensi pendidikannya. Budaya adalah alat untuk mencapai tujuan, harmoni kehidupan (mencegah materialisme kehidupan dan filistinisme) melalui mengajarkan manusia untuk hidup dan menyebarkan nilai-nilai moral. Posisi Arnold ini, sama dengan posisi Weber dalam Science as Vocation. Posisi Humanities. –> Hasil terbaik pemikiran dan pengetahuan manusia
- Kebudayaan sebagai way of life. E.B. Taylor. Kebudayaan atau peradaban adalah keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat-kebiasaan, dan kapabilitas dan kebiasaan yang dicapai manusia sebagai anggota sebuah masyarakat. Pengertian ini saat ini sangat dominan di kalangan sosilog kontemporer. Definisi ini menghindari etnosentrisme dan elitisme. Definisi ini juga memahami adanya harmoni antara budaya dan masyarakat (bahkan dalam pendekatan fungsionalisme dan marxisme). Peter Berger memahami pembentukan budaya melalu tiga momen, eksternalisasi, objektifikasi dan internalisasi. Cliford Geertz, kebudayaan adalah pola-pola makna yang muncul dalam bentuk simbol yang tertransmisikan secara historis; sistem konsepsi yang diwariskan terekspresikan dalam bentuk simbolik yang dengannya manusia berkomunikasi, mengabadikan, dan mengembangkan pengetahuan tentang dan bagaiman ber-sikap terhadap kehidupan. Budaya adalah aktifitas, bukan sesuatu yang perlu dibekukan di museaum. Posisi Social Saintis. Makna –> produk material dan non-material kemanusiaan.
Kebudayaan Bangsa Timur
Kebudayaan yang dianut oleh bangsa timur adalah kebudayaan yang lebih mementingkan aspek dalam bersosialisasi. Bangsa timur lebih menjunjung kesopanan dan nilai nilai dalam bersosialisasi kepada sesama manusia.
Contoh-contoh Kebudayaan Bangsa Timur yang masih dilestarikan
- Mementingkan kebersamaan
- Menjaga perasaan orang lain
- Bersikap sopan santun
- Menghargai orang yang lebih tua
- Memegang teguh adat istiadat di daerah tersebut
- Menjalani hidup dengan sederhana
- Saling menghormati walaupun hidup dalam perbedaan
Kamis, 16 Maret 2017
3 kelompok Ilmu pengetahuan menurut Prof DR. Harsya Bachtiar
ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti dari istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris The Humanities. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari The Humanities seseorang diharapkan akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok-pokok yang terkandung dari kebudayaan:
- Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
- Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
- Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
- Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional
Prof. DR. Harsya Bachtiar mengelompokan Ilmu pengetahuan kedalam 3 kelompok yaitu
1. Natural Science (Ilmu Alamiah)
Ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi . Hasil penelitiannya 100 % benar dan 100 % salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.
2. Social Scince (Ilmu Sosial)
Ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hash penelitiannya tidak mungkin 100 % benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.
3. The Humanities (Ilmu Budaya)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pernyatan-pernyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Rabu, 08 Maret 2017
Pengertian, Tujuan dan Topik Utama Ilmu Budaya Dasar
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti dari istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris The Humanities. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari The Humanities seseorang diharapkan akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok-pokok yang terkandung dari kebudayaan:
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya akan tetapi Ilmu Budaya Dasar sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritik terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Berpijak dari hal diatas, tujuan utama mata kuliah ilmu budaya dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
Topik Utama Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti dari istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris The Humanities. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari The Humanities seseorang diharapkan akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok-pokok yang terkandung dari kebudayaan:
- Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
- Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
- Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
- Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya akan tetapi Ilmu Budaya Dasar sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritik terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Berpijak dari hal diatas, tujuan utama mata kuliah ilmu budaya dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
- Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
- Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
- Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih
mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama,
para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
Dengan ringkas dapat disebutkan bahwa tujuan IBD secara umum adalah :
Topik Utama Ilmu Budaya Dasar
- Manusia dengan Cinta Kasih
- Manusia dengan Kesusastraan
- Manusia dengan Keindahan
- Manusia dengan Penderitaan
- Manusia dengan Keadilan
- Manusia dengan Pandangan Hidup
- Manusia dengan Tanggungjawab dan Pengabdian
- Manusia dengan Kegelisahan
- Manusia dengan Harapan
Langganan:
Postingan (Atom)